Nsa Fanisa .A.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Never Give Up || Episode 10

Never Give Up || Episode 10

Never Give Up

“Kemana Rui?!” teriak Sakura histeris.

Satoshi dan Hazuki memerhatikan sekitar dengan teliti.

“Hey Isa, kemana kakakmu?” tanya Hazuki pada Isa.

Isa mengangkat bahu. Dia bahkan tidak mengerti kenapa dia ditanya seperti itu.

Sakura segera berlari ke arah curam, sementara Hazuki pergi ke tengah hutan. Saat Satoshi hendak menyusul Hazuki, Isa menarik tangannya.

“Apa yang terjadi pada kakak?” tanya Isa pada Satoshi.

Satoshi tak segera menjawab. Ia berpikir bagaimana menjelaskan pada anak yang masih kecil.

“Kau diam disini dengan adikmu. Jangan kemana-mana!” hanya itu jawaban Satoshi.

Isa hanya melongo. Ia kemudia beranjak lalu tidur di samping adik bayinya.

.

.

.

“Rui, kau mau apa?!” seru Sakura dari kejauhan melihat Rui berdiri di samping curam.

Rui menoleh lalu dia berpikir, dia menyangka Sakura hendak memarahinya kemudian langkahnya terus mundur tepat di samping curam.

“Ruiiiii-chaaaaan! Jangan lakukan itu!” teriak Sakura.

Satoshi yang belum jauh dari tempat kejadian segera menyusul ke arah suara Sakura berteriak.

Rui mundur satu langkah lagi, tapi tanpa diketahui ia malah tergelincir jatuh ke curam.

“Uh!” Satoshi segera meraih tangan Rui sambil menahan dirinya supaya tidak ikut terjatuh.

“Satoshi?” ucap Sakura sesak, jantungnya berdetak begitu kencang, keringatnya bercucuran.

Sakura segera menghampiri Satoshi sambil meraih tangan kiri Rui. Satoshi dan Sakura berusaha sekuat tenaga menarik Rui.

“Apa yang terjadi?” tanya Hazuki saat sampai di tempat kejadian.

Hazuki terkejut disuguhi pemandangan yang mengerikan, segara ia berlari ke arah kedua temannya. Ketika tahu apa yang terjadi, Hazuki memegang tangan Satoshi sambil menariknya.

Tapi Rui bingung apa yang akan dilakukannya. Dalam benaknya setelah dia mati dia bisa bertemu kedua orang tuanya, padahal semua itu tidak seperti bayangannya.

“Ru...i, raih batu i...tu deng...an kakimu...” kata Satoshi dengan napas tersenggal-senggal.

Rui tidak menyahut. Dia melihat Satoshi, Hazuki, dan Sakura bergantian.

Sruk! Mereka bertiga akan segara jatuh karena tepian bukit sudah hampir hancur.

“Ruiii... segera!!!” teriak Sakura.

Akankah Rui selamat?

BERSAMBUNG...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hiyyyy... Ngeriiiiiiii

08 Aug
Balas

apa tu yg ngeri dah?

09 Aug

Lanjut kak!

09 Aug
Balas

okeh tunggu ya...

09 Aug

semoga waktunya cukup sebelum ana kepondok besok lusa

09 Aug

Zah,Tesa kurang terbiasa menggunakan kata 'kak',Dipanggilnya Teteh,Teteh Fanisa,Tesa:Teteh Fanisa,aku manggilnya Tesa,hihihi

10 Aug

iya makasi sha. bener kata ayesha^^

12 Aug

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali